TERIMA KASIH ANDA TELAH BERKUNJUNG

Saturday, April 14, 2012

Cara upload dan masukkan file swf (flash) pada blog

Cara upload dan masukkan file swf (flash) pada blog

Pada entri sebelum ini, ada satu info tentang bagaimana cara membina flash yang mudah dengan menggunakan software Aleoflash. Bagi anda yang sudah berjaya membina animasi flash tersebut, mungkin terdapat sedikit kesulitan tentang cara untuk memasukkan animasi flash tersebut ke dalam blog.

Untuk masukkan file swf pada blog, file tersebut hendaklah terlebih dahulu di upload pada file hosting. Swfcabin adalah satu site hosting percuma untuk file yang berformat swf.

Apa yang perlu anda lakukan adalah ikut beberapa langkah di bawah.

Langkah 1


Namakan file yang hendak di upload pada ruang Title. Seterusnya, klik pada Browse dan klik Open pada file swf yang hendak di upload. Kemudian, klik pula pada Publish Swf.

Langkah 2

Salin URL pada Navigation toolbar.

Contoh: http://www.swfcabin.com/open/1263452734

Edit URL dengan menggantikan open kepada swf-files dan menambah .swf selepas angka.

Contoh URL yang di edit: http://www.swfcabin.com/swf-files/1263452734.swf

Langkah 3

Salin kod biru di bawah dan paste pada notepad. Gantikan teks masukkan URL file swf di sini dengan URL yang telah siap di edit (rujuk langkah 2).

Sila edit angka pada width dan height mengikut kesesuaian size paparan flash tersebut.

masukkan URL file swf disini" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true">


Langkah 4

Salin kod yang telah siap di edit( rujuk langkah 3) dan paste pada post ataupun sidebar.

Saturday, December 27, 2008

MODEL PEMBELAJARAN

A. PENDAHULUAN

Sebagian besar guru selalu berusaha melaksanakan tugasnya secara baik, dan kenyataan yang dijumpai di sekolah adalah guru melaksanakan tugasnya dalam pembelajaran sejalan dengan kesepakatan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini seringkali diartikan sebagai bukti pelaksanaan tugas yang baik dan dalam bahasa lain diartikan guru dapat menjadikan dirinya efisien. Melaksanakan tugas seperti di atas itu memang penting, tetapi tindakan yang dilakukan guru di atas tidak selamanya berdampak pada pembelajaran yang efektif di kalangan siswa. Tindakan yang dilakukan guru dikatakan tidak efektif manakala apa yang dilakukan guru tidak mengarah pada sesuatu hal yang benar. Kegiatan pembelajaran dikatakan efektif manakala dapat mencapai tujuan yang dicanangkan seperti dalam perencanaan secara baik. Dalam tugas ini guru seharusnya mampu menyusun tugas sedemikian rupa secara kreatif sehingga tujuan atau sasaran pembelajaran dicapai dalam waktu yang lebih cepat
Pembelajaran efektif tentu berbeda dengan pembelajaran efisien, meskipun kedua-duanya merujuk pada upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran efisien pada umumnya mengacu pada pelaksanaan prosedur baku yang dapat meningkatkan kualitas. Prosedur baku yang dimaksudkan di sini adalah langkah-langkah kerja sistemik dengan tahapan yang urut dan teratur secara sistematis. Penerapan prosedur ini secara rasional dan empiris dapat meningkatkan kualitas siswa, namun proporsi siswa yang mencapai skor optimal tidak banyak berubah, demikian pula posisi skor siswa.. Dalam distribusi skornya tampak kecenderungan, bila semula skor berdistribusi normal, di akhir pembelajaran juga masih berdistribusi normal meskipun terjadi peningkatan rerata skor siswa.
B. MODEL PEMBELAJARAN

Saturday, October 25, 2008

Metode Pembelajaran Fisika

Metode Pembelajaran Fisika
A. Latar belakang
Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang
Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual

VIDIO KEREN